Wapres Minta Business Match Making di Industri Hulu Migas Digenjot

oleh -83 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta skema business match making yang sudah ada di industri hulu migas harus makin digenjot. Jika terus terjadi maka yang diuntungkan nantinya adalah para pelaku industri lokal.

“Beberapa program yang sudah dijalankan dalam industri hulu migas termasuk business match making antara penyedia barang dan jasa, KKKS, dan UMKM agar terus dilakukan untuk memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pemanfaatan produk dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri,” kata Ma’ruf, di sela pembukaan Forum Kapasitas Nasional II Tahun 2022 di Jakarta, Selasa (27/7/2022).

Berdasarkan laporan pengadaan tahun 2020 hingga Maret 2022, industri migas telah berkontribusi sebesar Rp 143,6 triliun terhadap bidang usaha industri lainnya, seperti kontribusi pada industri penunjang migas, sektor ketenagakerjaan, usaha menengah/usaha kecil, transportasi, pariwisata, kesehatan, dan lain sebagainya.

Ma’ruf menegaskan, kontribusi industri migas terhadap industri lainnya akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas nasional, karena untuk meningkatkan kapasitas nasional di sektor migas dan sektor lainnya, pemanfaatan komponen dalam negeri pada industri migas harus semakin dioptimalkan.

“Saya menyampaikan apresiasi atas kontribusi industri hulu migas bagi penerimaan negara yang hingga bulan Juni 2022 tercatat telah mencapai 9,7 miliar dollar AS atau sekitar 97% dari target APBN 2022,” ungkap dia.

Menurut Ma’ruf, Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk mengembalikan kemandirian sektor energi di Indonesia. Peningkatan produksi migas harus terus diupayakan bersama, agar kontribusi migas terhadap perekonomian nasional tetap terjaga, tentunya dengan mengedepankan keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.

“Terlebih saat ini kita menghadapi kondisi pasokan energi dunia yang tidak normal, krisis iklim, perang, maupun ancaman stagflasi yang dikhawatirkan menghambat upaya pemulihan ekonomi global,” kata Ma’ruf.

Pemerintah, kata dia, sangat mendukung upaya Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk mewujudkan target lifting minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 juta standar kaki kubik pada tahun 2030. Tentunya target ini merupakan suatu ikhtiar mulia untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri, sekaligus mengurangi current account defisit (CAD) pada sektor migas.

Ma’Aruf pun meminta seluruh pemangku kepentingan sektor migas dan industri pendukungnya untuk terus berpartisipasi aktif. Dia berharap upaya untuk terus meningkatkan kapasitas nasional, melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, peran industri, maupun pemanfaatan produk dalam negeri, pada akhirnya akan memperkuat peran Indonesia pada industri hulu migas. “Sekaligus berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional maupun global,” ujar Ma’ruf.

Adapun, dari sisi neraca perdagangan pada Januari-Juni 2022, secara keseluruhan tercatat surplus mencapai 24,8 miliar dollar AS atau naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian semester pertama 2021 sebesar 11,8 miliar dollar AS. Meskipun perlu dicatat surplus tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas, sedangkan neraca perdagangan migas masih tercatat defisit, khususnya pada Mei hingga Juni 2022 akibat kenaikan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan ekspor migas.

Ma’ruf menyampaikan, Indonesia tentunya masih memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk mengembalikan kemandirian sektor energi. Bahkan, peningkatan produksi migas harus terus diupayakan bersama, agar kontribusi migas terhadap perekonomian nasional tetap terjaga, tentunya dengan mengedepankan keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.

Terlebih saat ini, lanjut Wapres, Indonesia menghadapi kondisi pasokan energi dunia yang tidak normal, krisis iklim, perang, maupun ancaman stagflasi yang dikhawatirkan menghambat upaya pemulihan ekonomi global. Oleh karena itu, dia mengaku sangat mendukung upaya Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk mewujudkan target lifting minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 juta standar kaki kubik pada 2030.

“Tentunya target ini merupakan suatu ikhtiar mulia untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri, sekaligus mengurangi current account defisit (CAD) pada sektor migas. Di samping itu, realisasi investasi sektor hulu migas tahun ini memang belum optimal,” ujarnya.

Berdasarkan data SKK Migas, hingga semester I 2022 realisasi investasi sektor hulu migas baru mencapai 4,8 miliar dollar AS atau 36 persen dari target investasi tahun ini sebesar 13,2 miliar dollar AS. jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.