ESDM Gelar Uji Jalan Biodiesel B40

oleh -44 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – Kementerian ESDM akan meningkatkan program campuran biodiesel 30% atau B30 menjadi B40. Namun sebelum dapat diimplementasikan, B40 membutuhkan serangkaian pengujian untuk mengetahui kualitasnya dengan uji jalan menggunakan kendaraan bermesin diesel.

Uji jalan digelar di Gedung Kementerian ESDM dengan melibatkan 12 kendaraan. Adapun hasil dari uji jalan B40 diharap bisa selesai pada akhir tahun 2022 sehingga bisa menghasilkan rekomendasi teknis untuk kebijakan implementasi B40.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara pionir dalam pemanfaatan biodiesel. Dia juga mengatakan bahwa uji jalan B40 sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar pemanfaatan bahan bakar biodiesel dapat berlanjut hingga B100.

Menurut dia, langkah pengembangan, uji jalan, hingga implementasi B40 diharapkan dapat meminimalkan defisit neraca keuangan Indonesia karena bahan bakar fosil sudah mulai berkurang.

“Karena kita tahu minyak fosil kita sudah mulai berkurang. Uji jalan ini merupakan rangkaian akhir dari pengujian sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan B40 dan menjamin pemanfaatan biodiesel bisa berjalan dengan baik,” kata Arifin dalam siaran pers, Rabu (27/7/2022).

Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana menjelaskan, pengujian yang akan dilaksanakan selama uji jalan B40 antara lain penanganan dan analisis konsumsi bahan bakar, pengujian kualitas-mutu bahan bakar dan pelumas, pengujian kinerja pada chassis dynamometer dan merit rating komponen kendaraan, serta pengujian stabilitas kendaraan.

“Kendaraan yang melakukan uji jalan ada 12 kendaraan, terdiri dari 6 kendaraan mesin diesel yang beratnya di bawah 3,5 ton dengan target harian jarak tempuh 560 km dan total 50.000 km, kemudian 6 kendaraan mesin diesel di atas 3,5 ton dengan target harian jarak tempuh mencapai 400 km dan total 40.000 km,” urai Dadan.

Sebagai informasi, uji jalan B40 ini dikoordinatori oleh Ditjen EBTKE dan dilaksanakan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi “Lemigas” dengan melibatkan Balai Besar Survei dan Pengujian KEBTKE serta Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Sementara pendanaannya berasal dari Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan melibatkan Kemenko Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian dan PT Pertamina.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.