Shell Garap Pasar BBM Non Subsidi di Kota Lapis Dua

oleh -490 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Shell Indonesia akan lebih agresif menggarap pasar BBM non subsidi di kota -kota lapis kedua. Bentuknya dengan terus membangun SPBU modular dengan menawarkan skema kemitraan un tuk membangun stasiun pengisian bahan bakar dengan investasi antara Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar.

Head of Dealer Own Network Shell Indonesia Agung Saputra mengatakan, pengembangan SPBU di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara terdekat. Artinya masih ada ceruk pasatr cukup besar dalam bisnis SPBU, khususnya di kota=kota la[pis kedua.

“Itulah kenapa Shell mencoba untuk menyalurkan BBM nonsubsidi ke kota lapis kedua namun sebagai badan harus memikirkan sisi kekonomian, makanya kita memiliki model modular,” kata Agung dalam acara webinar, Rabu (5/5/2021).


Ia menjelaskan, SPBU Shell Modular dirancang khusus untuk kota-kota lapis kedua atau berpenduduk sedang agar dapat menjangkau masyarakat di luar kota besar. Spesifikasi SPBU Shell Modular dapat dibangun di atas lahan dengan Luas area 1.000—1.300 meter persegi dengan lebar depan minimal 25 meter dengan volume tangki BBM 12.000 liter.

Menurut Agung, selama 2021 jumlah unit Shell Modular meningkat 5 kali lipat. SPBU Shell Modular pertama di Indonesia itu didirikan di Jombang April 2019 yang lalu. Saat ini jumlahnya sudah meningkat 5 kali lipat menjadi 5 unit SPBU yang tersebar di Jombang, Cirebon, Karawang, Bogor, dan Serang Barat.

Namun selama ada pandemi covid, kata Agung, adanya trens kurangnya konsumsi telah memengaruhi penjualan di SPBU Shell. Pada masa normal, dalam skema kemitraan Dealer Owned Dealer Operated (DODO) untuk jenis konvensional hitungan estimasi untuk bisa balik modal adalah selama 4—6 tahun. Sementara itu, untuk jenis SPBU modular estimasi bisnis untuk balik modal juga selama 4—6 tahun.

“Ini bisnis ada opportunity tentu ada risiko. Step pertama ada proses perencanaan, dalam proses perencanaan ngobrol dengan investor tentang estimasi profit and loss. Tentunya pada saat pandemi ada penyesuaian,” katanya.

Namun, pada tahun ini seiring dengan adanya program vaksinasi pemerintah dan mulai pulihnya roda ekonomi, penjualan BBM sudah mendekati normal. Selain itu, dengan optimisme kondisi yang lebih baik pada tahun depan, konsumsi BBM diproyeksikan bisa lebih agresif.

Dia menambahkan, animo pengusaha untuk membuka SPBU pada tahun ini jauh lebih meningkat. Menurutnya, telah banyak tawaran untuk pembukaan SPBU baru. “Dari sisi estimasi [BEP] biasanya Shell lebih hati-hati dulu,” ungkapnya.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.