PLN Bidik Terangi 10 Ribu Desa, Butuh Dana Rp 42,3 Triliun

oleh -31 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membidik 10.068 desa terlistriki sepanjang tahun 2025 hingga 2029. Rencana tersebut membutuhkan investasi tambahan sebesar Rp 42,3 triliun untuk mewujudkan hal tersebut.

“Peta jalan ini tengah disusun PLN bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), “ kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta seperti dikutip detik.com, Rabu (14/5/2025).

Darmawan menjelaskan, pihaknya telah menghitung besaran dana tersebut dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB), hingga ke tingkat kecamatan. Angka tersebut telah diketahui Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan secara empat mata oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

“Itu sudah disampaikan dan Bapak Presiden menyampaikan akan dialokasikan budget sebesar Rp 42,3 triliun tersebut, sehingga roadmap ini kami juga sudah punya,” kata Darmawan

Ia juga mengaku terbuka untuk merancang roadmap ini bersama Komisi XII untuk mematangkan rencana tersebut. Di sisi lain, jajaran PLN di masing-masing daerah juga memiliki kemampuan dalam memetakan desa yang perlu dilistriki.

“Jadi Pangdam-nya bisa kami undang juga, kemudian memaparkan daerah masing-masing, dan mereka sudah sangat menguasai secara planning bagaimana ekspansinya,” jelasnya.

Nantinya, program Listrik Desa ini akan dilakukan secara bertahap. Dengan rincian, tahun 2025 sendiri, PLN membidik 1.092 desa terlistriki. Kemudian pada tahun 2026 sebesar 1.278 desa, 2027 sebanyak 3.822 desa, 2028 sebanyak 2.124 desa, dan 2029 sebanyak 1.752 desa.

“Jadi penambahan transmisi di seantero Indonesia ini menjadi salah satu titik tumbuh pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia,” tutupnya.

Terangi 12 Jam Pulau Gili Raja
Sementara itu, PLN juga berhasil menerangi Pulau Gili Raja salah satu pulau terluar di Pulau Madura selama 12 Jam dalam sehari dari sebelumnya hanya 4 jam per hari.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura, Fahmi Fahresi mengatakan, langkah penyalaan listrik 12 jam ini merupakan bagian dari roadmap peningkatan pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan Madura. PLN menargetkan ke depan layanan di Gili Raja bisa ditingkatkan menuju layanan 24 jam secara bertahap, sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan dan kesiapan sistem.
“Kami menambah satu unit mesin PLTD, dari sebelumnya lima menjadi enam unit. Kami telah melakukan uji penyalaan (commissioning) guna memastikan keandalan dan kesiapan sistem PLTD. Proses ini penting untuk menjamin bahwa layanan listrik yang diberikan memenuhi standar keamanan dan kontinuitas pasokan,” kata Fahmi.

Tercatat jumlah pelanggan di Gili Raja sebanyak 2.453 pelanggan dengan kapasitas pembangkit eksisting 1.110 kW dengan beban puncak sampai 684 kW.

Ia mengakui, untuk melistriki wilayah kepulauan bukan tanpa kendala, seperti pengiriman peralatan yang terkendala akses distribusi terutama melalui pelabuhan di sisi barat pulau. Namun, berkat komitmen dan kolaborasi bersama stakeholder segala hambatan dapat teratasi dengan baik.

Sementara General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir mengatakan elektrifikasi kepulauan PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga harapan dan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat.

“Penyalaan PLTD Gili Raja ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung program pemerataan akses listrik nasional, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang telah lama menantikan layanan listrik yang lebih optimal,” kata Ahmad.jef, agk,dtc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.