Setelah Pesantren, PLN Jatim Garap SPKLU di Kampus

oleh -6 views
Tim PLN UP3 Malang didampingi perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan peninjauan sebelum peresmian SPKLU


SURABAYA I GlobalEnergi.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus melakukan terobosan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di wilayahnya. Setelah mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lingkungan pesantren, kini pengoperasian SPKU Fast Ultra Charging di lingkungan kampus, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). SPKLU tersebut berkapasitas 120 kilowatt (kW).

Sebelumnya, PLN juga meresmikan SPKLU di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan.

“Tujuan utama UMM bukan bisnis murni. Selain menjalankan fungsi pendidikan, kami juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketahanan pangan dan ketahanan energi. Listrik merupakan energi alternatif yang mampu mendukung dekarbonisasi, meningkatkan efisiensi energi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Wakil Rektor II Bidang Kepegawaian, Keuangan, dan Umum Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A. dalam siaran pers, Selasa (4/8/2026).

Dengan kata lain, Juanda menegaskan, UMM memiliki komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, tidak hanya melalui sektor pendidikan, tetapi juga dengan mengambil peran dalam memperkuat ketahanan energi.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan, kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem energi masa depan. Kehadiran SPKLU di lingkungan kampus tidak hanya menambah infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas pemanfaatan energi bersih di tengah masyarakat.

“PLN membuka seluas-luasnya peluang kemitraan agar infrastruktur kendaraan listrik semakin mudah dijangkau masyarakat,” ujar Eric.

Eric menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi memiliki nilai strategis karena kampus merupakan pusat pendidikan, inovasi, sekaligus tempat lahirnya generasi yang akan menjadi penggerak transformasi di masa depan.

“Transisi energi bukan hanya tentang penyediaan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem dan kebiasaan baru dalam menggunakan energi yang lebih efisien dan rendah emisi. Kami berharap kehadiran SPKLU UMM semakin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk beralih ke kendaraan listrik sekaligus menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan,” tambah Eric.

Selain pengoperasian SPKLU, PLN juga memperkenalkan berbagai peluang kolaborasi kepada UMM. Salah satunya PLN ICON+ yang menawarkan layanan Integrated Business Solution (IBS), antara lain layanan konektivitas, aplikasi layanan energi, manajemen utilitas listrik, gas dan air, PLTS, hingga layanan pendukung kendaraan listrik.

Tak hanya itu, PLN juga menawarkan pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai salah satu solusi bagi institusi yang ingin memperoleh pengakuan atas penggunaan energi listrik yang bersumber dari pembangkit energi baru terbarukan.

Melalui kolaborasi tersebut, PLN UID Jawa Timur terus mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat, dalam mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi hijau di Jawa Timur.

“Semangat kemerdekaan juga berarti membangun kemandirian energi untuk masa depan. PLN akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi agar transisi energi memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Eric.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.