JAKARTA I GlobalEnergi.co – Peleburan tiga anak usaha lini hilir migas perseroan bakal diresmikan 1 Februari 2026. Ketiga anak usaha yang bakal digabungkan itu di antaranya PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina Internasional Shipping (PIS).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloisius Mantiri mengungkapkan menjelaskan lini bisnis hilir Pertamina bakal dilebur menjadi satu dalam Pertamina Patra Niaga.
“Kita usahakan go live 1 Februari 2026,” kata Simon kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2026).
“Kemungkinan under itu [Pertamina Patra Niaga], kan surviving entity ya,” tegasnya.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan proses merger subholding hilir perseroan itu tidak menganggu kegiatan operasional perusahaan.
“Kami akan sampaikan informasi tersebut dalam waktu dekat, secara umum kegiatan tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan dan aturan,” kata Baron saat dihubungi, Selasa (27/1/2026).
“Tanpa ada perubahan dalam operasional dan pelayanan ke masyarakat,” kata Baron.
Dalam kesempatan terpisah, Simon sebelumnya sempat menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas insentif perpajakan dalam upaya penggabungan lini usaha hilir migas perusahaan.
Simon menjelaskan, terdapat sejumlah poin yang perlu dibahas dengan Purbaya, utamanya terkait dengan merger tiga anak usaha itu.
“Ada beberapa poin yang perlu dibahas, laporan. [Tentang] rencana integrasi bisnis hilir kita integrasi,” kata Simon ditemui awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (9/1/2026) siang.
“Termasuk [membahas insentif perpajakan],” tegas dia.
Simon menyatakan penggabungan tiga anak usaha tersebut dilakukan untuk meningkatkan performa perusahaan dan merespons kondisi global yang sedang diselimuti tantangan.
Dengan meleburnya lini bisnis hilir Pertamina, Simon meyakini proses pengambilan keputusan dapat lebih efisien.jef, bc






