JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT PLN (Persero) memproyeksi beban puncak penggunaan listrik mencapai 46.808 megawatt (MW) selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sementara itu, daya mampu pasok PLN mencapai 53.930 MW. Artinya, terdapat cadangan total sebesar 7.122 MW (7,1 gigawatt) atau 15,2%.
“Pembangkitan kami cukup mempunyai margin yaitu 7 gigawatt,” kata Direktur Retail dan Niaga PT PLN Adi Priyanto dalam acara peluncuran Posko Nataru Sektor ESDM di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Adi juga memastikan, kelistrikan pada hari-H Natal dan Tahun Baru aman dengan cadangan yang cukup. Menurutnya, beban puncak Natal 2025 diproyeksi tumbuh 6,98% dari tahun 2024. Sementara, beban puncak diproyeksikan turun 0,25% dari 2025.
Ia juga menyebutkan, rata-rata hari operasional pembangkit (HOP) mencapai 22 hari.
“Nah ini tentunya sangat cukup pada masa siaga yang direncanakan hari ini sampai dengan tanggal 5 Januari,” imbuh Adi.
Lebih lanjut, PLN juga memproyeksi lonjakan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) pada masa Nataru tahun ini. Hal ini berjalan seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi EV di Tanah Air.
Ia mencatat, jumlah kendaraan listrik pada 2025 tercatat mencapai sekitar 150.000 unit. Angka ini melonjak dari sekitar 65.000 unit dari tahun sebelumnya.
Adapun PLN memproyeksikan jumlah pemudik kendaraan listrik pada Nataru tahun ini mencapai sekitar 26.000 orang. Angka ini meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebanyak 12.183 pemudik. Untuk mengantisipasi hal itu, PLN menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga tiga kali lipat di sepanjang jalan tol pada tahun ini.
“Nataru tahun ini kita menambah 3 kali lipat jumlah SPKLU-nya di seluruh jalan tol, itu yang tahun lalu 500 jumlahnya SPKLU, sekarang kita tambah lagi menjadi 1.500 lebih, 1515 tepatnya,” ujar Adi.
Kesiapan Jatim
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir menyampaikan bahwa dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini, pihaknya telah mengerahkan 5.451 personel yang terdiri dari personel PLN dan pelayanan teknik bersiaga di 655 lokasi.
“Masa siaga berlangsung mulai dari 18 Desember 2025 – 8 Januari 2026, selama masa tersebut PLN akan bersiaga dan menyiapkan back up khusus di lokasi ibadah, zona pemerintahan, rumah sakit, zona transportasi, zona pertahanan, pusat perbelanjaan dan lokasi wisata. Pengamanan kelistrikan lapis 2 dalam pantauan posko siaga kami,” papar Ahmad.
Dalam melayani masyarakat ini, personel PLN PLN akan dilengkapi dengan peralatan pendukung antara lain 92 unit Genset Mobile, 219 Unit Gardu Bergerak (UGB), 53 unit UPS, 387 mobil pelayanan teknik (yantek), 14 unit mobil crane, 16 unit skylift dan 485 sepeda ULC yang sudah dicek keamanan dan kesiapannya pada apel siaga.
“Dapat kami pastikan untuk pasokan listrik selama Nataru aman dengan daya mampu 10.135 MW, beban puncak 7.285 MW dan cadangan daya kelistrikan sebesar 2.581 MW. Untuk proyeksi beban puncak pada malam hari Natal sebesar 6.548 MW naik 9% atau sebesar 543 MW dari tahun 2024. Sedangkan proyeksi beban puncak malam tahun baru 2026 sebesar 5.925 MW naik 411 MW dari realisasi tahun 2025,” jelas Ahmad.
Selain kesiapan keandalan, PLN juga telah menyiapkan 280 unit SPKLU dan 1 unit SPKLU Center di 150 lokasi tersebar di seluruh Jawa Timur untuk masyarakat yang berencana menikmati liburan dengan menggunakan kendaraan listrik. Lokasi-lokasi SPKLU ini dapat diketahui secara langsung melalui apilkasi PLN Mobile.jef,agk





