JAKARTA I Global Energi.co – TIS Energy resmi menjadi pengelola Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi Perkasa, Jawa Timur. WK Perkasa diperkirakan memiliki potensi cadangan sekitar 228 juta barel minyak (millions barrel oil/MMBO) atau 1,3 triliun kaki kubik gas (trillion cubic feet/TCF).
Adapun, penetapan pengelolaan WK Perkasa ditandai melalui seremonial penandatanganan antara TIS Petroleum dan SKK Migas dalam acara Grand Launching Indonesia’s Oil and Gas Exploration 2025 di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. Hadir pula Ketua Satuan Tugas Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Migas Nanang Abdul Manaf.
“Perjanjian ini mencakup bonus tanda tangan sebesar US$300.000 dan total komitmen pasti sebesar US$2,25 juta, yang mencerminkan komitmen kuat investor untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produksi migas di wilayah kerja,” ucap Yuliot.
Adapun, komitmen pasti itu mencakup dua studi geologi dan geofisika (G&G), serta akuisisi dan pengolahan data seismik 3D seluas 200 km2.
Sementara itu, Colin Soh, Deputy Managing Director TIS Energy, mengatakan, penandatanganan KKS Perkasa merupakan bagian dari rencana bisnis jangka panjang perusahaan.
“Dengan KKS Perkasa, kami memperkuat dasar pertumbuhan TIS Energy dan pada saat yang sama mendukung agenda ketahanan energi di Indonesia. Eksplorasi yang bertanggung jawab dan efisien sangat penting untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan ketersediaan energi nasional,” katanya.
Sebagai perusahaan yang mengutamakan keberlanjutan, TIS Energy berkomitmen untuk melaksanakan seluruh tahapan KKS Perkasa secara bertanggung jawab. Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) diterapkan melalui perlindungan lingkungan, keterlibatan masyarakat sejak awal, serta tata kelola yang transparan dan patuh regulasi selaras dengan nilai kepercayaan (Trust) yang menjadi dasar hubungan perusahaan dengan para pemangku kepentingan.
“Keberlanjutan bagi kami bukan sekadar strategi, tetapi kontribusi nyata untuk masa depan energi Indonesia,” ujar Colin. agk





