Pertamina Mulai Jalankan Unit RFCC RDMP Balikpapan

oleh -35 views
oleh


JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) baru mengoperasikan unit pengolahan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex di Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan perseroannya masih mempersiapkan integrasi lanjutan proyek RDMP Balikpapan.

Simon menambahkan, perseroannya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ihwal waktu peresmian proyek.

“Sekarang sambil persiapan-persiapan, tapi sudah ada juga uji coba yang kita lakukan. Tinggal harusnya sambil menunggu ini lah, menunggu peresmiannya,” kata Simon kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Selain itu, perseronnya tengah merampungkan upaya integrasi RDMP Balikpapan dengan sejumlah terminal di sekitar kilang.

“Karena bukan hanya RDMP, tapi ada juga terminal Tanjung Batu, yang Lawe-Lawe, ada pipa dari Senipah. Jadi prosesnya memang integrated gitu,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pertamina menargetkan proyek RDMP Balikpapan mulai beroperasi bulan ini. Akan tetapi, proyek tersebut belum bisa dijalankan dengan kapasitas penuh saat mulai beroperasi.

Sekadar catatan, kapasitas unit distilasi minyak mentah (CDU) kilang akan ditingkatkan dari 260.000 bph menjadi 360.000 bph, sehingga total kapasitas CDU Indonesia diharapkan meningkat dari 1,17 juta bph menjadi 1,26 juta bph pada akhir 2025.

Adapun, KPI melaporkan proyek RDMP Balikpapan mendekati tahap finalisasi. Saat ini, proyek itu telah memasuki fase persiapan operasional unit RFCC.

Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani mengatakan unit RFCC baru di Kilang Balikpapan ditargetkan dapat mulai beroperasi pada kuartal IV-2025. Unit RFCC yang tengah dipersiapkan beroperasi ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 90.000 bph.

Melalui teknologi RFCC, residu minyak mentah dapat ditingkatkan nilai tambahnya dengan diolah menjadi produk bernilai tinggi, sekaligus menghasilkan LPG, gasoline, dan propylene sebagai output utama.

“Hal ini akan mendukung kemandirian energi nasional karena kilang dapat menghasilkan lebih banyak produk berkualitas tinggi,” ujar Milla melalui keterangan resmi, akhir Agustus.

RFCC Kilang Balikpapan akan menjadi unit RFCC terbesar milik Pertamina, melampaui kapasitas unit serupa di Kilang Cilacap yang telah beroperasi sejak 2015 dengan kapasitas 62.000 bph.jef,ins

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.