JAKARTA I GlobalEnergi.co – PLN Nusantara Power (PLN NP) terus menggenjot pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai produk samping dari pembangkit. Saat ini kapasitas produksi FABA dari dari 20 pembangkit mencapai 80.000 ton per bulan.
“ Artinya PLN Nusantara Power tidak hanya berperan dalam menyediakan energi listrik yang andal, tetapi juga ikut mendorong terciptanya konstruksi yang berkelanjutan pemanfaatan FABA sebagai material ramah lingkungan. Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak hanya kuat, tetapi juga mendukung transisi energi bersih dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah dalam siaran pers, Jumat (12/9/2025).
FABA merupakan residu sisa pembakaran batubara yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan industri lainnya. FABA dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti bahan bangunan (campuran beton, batako), perkerasan jalan, reklamasi lahan, stabilisasi tanah, hingga bahan pembenah tanah. Pemerintah Indonesia tidak lagi menggolongkan FABA dari PLTU sebagai limbah B3 berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021, kecuali jika berasal dari jenis pembakaran tertentu.
Ruly mengatakan, FABA terbukti memiliki banyak keunggulan, antara lain efisiensi biaya, peningkatan daya tahan konstruksi, serta pengurangan emisi CO₂. Material ini telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari campuran semen, beton siap pakai, paving block, hingga pondasi jalan dan jembatan.
Komitmen PLN NP dalam mendukung perkembangan dunia konstruksi nasional melalui berbagai solusi inovatif ditunjukkan dalam ajang Construction Indonesia 2025 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada 10–13 September 2025. Selain FABA, PLN NP menghadirkan layanan jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC). PLN NP menawarkan layanan EPC komprehensif di bidang pembangkitan listrik, transmisi, gardu induk, serta program peningkatan ketersediaan (Availability Improvement Program/AIP).
Rekam jejak keberhasilan PLN NPC tercermin dari berbagai proyek yang telah dituntaskan, di antaranya 65 proyek gardu induk dengan total kapasitas 3.320 MVA, 126 proyek transmisi sepanjang 3.844,63 km, 17 proyek pembangkit fosil berkapasitas 542 MW, serta 8 proyek pembangkit EBT dengan kapasitas 28,5 MW. Selain itu, sejak 2016 PLN NPC juga telah menyelesaikan 113 proyek Availability Improvement yang berkontribusi signifikan pada peningkatan keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
“Tidak hanya di dalam negeri, PLN NPC juga mencatat prestasi internasional melalui pekerjaan EPC dan komisioning pada proyek ECRL Malaysia, sistem kereta api listrik ganda sepanjang 665 km yang menjadi bagian dari agenda ESG negara tersebut,” kata Ruly.agk







