JAKARTA I GlobalEnergi.co – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan terdapat tambahan kapasitas listrik terpasang sebesar 4,4 gigawatt (GW) sepanjang semester I-2025.
Lewat tambahan kapasitas setrum anyar itu, Kementerian ESDM mencatat total kapasitas listrik terpasang sampai periode yang berakhir Juni 2025 mencapai 105 GW.
Data tambahan kapasitas terpasang pembangkit itu menjadi bagian dari presentasi capaian kinerja semester I-2025 yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Adapun, tambahan 4,4 GW itu setara dengan peningkatan kapasitas listrik sekitar 4,38% dari posisi kapasitas listrik pada tahun 2024 di level 100,6 GW.
Sementara itu, penambahan kapasitas terpasang energi baru terbarukan (EBT) pada periode itu mencapai 876,5 megawatt (MW) atau naik 15% dibandingkan dengan total kapasitas setrum bersih pada periode 2024 sebesar 761,9 MW.
Adapun, total kapasitas terpasang EBT sampai periode yang berakhir Juni 2025 mencapai 15,2 gigawatt (GW) atau setara dengan 14,5% dari total pembangkit nasional.
Seiring dengan penambahan kapasitas listrik itu, PLN turut mencatat peningkatan penjualan listrik sepanjang semester I-2025. PLN membukukan penjualan listrik sebesar 155,62 Terawatt hour (TWh) sampai akhir Juni 2025.
Angka ini tumbuh 4,36% year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 149,11 TWh.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa capaian ini tak lepas dari peran aktif pemerintah dan sinergi lintas sektor yang terus terjalin.
“Ini juga jadi bukti keberhasilan Pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi, terlihat dari naiknya konsumsi listrik pelanggan,” kata Darmawan lewat keterangan resmi.
Dengan peningkatan konsumsi listrik tersebut, PLN berhasil mencetak laba periode berjalan sebesar Rp6,64 triliun, atau tumbuh 32,8% dibandingkan Rp5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan laba turut ditopang oleh naiknya pendapatan perseroan yang mencapai Rp281,89 triliun per Juni 2025, tumbuh 7,57% dari Rp262,06 triliun pada Semester I 2024.jef





