Total Balik ke RI, Akuisisi 24,5% Saham Petronas di Blok Bobara

oleh -38 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – TotalEnergies sepakat mengakuisisi 24,5% hak partisipasi (participating interest/PI) blok migas Bobara di Papua Barat dari Petronas, menandai kembalinya perusahaan migas asal Prancis ini ke sektor hulu migas Tanah Air. Akuisisi PI TotalEnergies dari Petronas ditandai dengan Penandatanganan Farm Out Agreement (FOA) antara Petronas dan TotalEnergies yang berlangsung pada gelaran Energy Asia 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Petronas nantinya akan tetap menjadi operator di Blok Bobara melalui anak perusahaannya, Petronas Energy Bobara Sdn Bhd. Sementara itu, TotalEnergies, dengan keahlian teknis dan pengalaman global, akan memperkuat eksekusi program eksplorasi dan pengembangan blok tersebut.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh pimpinan senior dari kedua perusahaan, termasuk Petronas President and Group Chief Executive Officer, Tan Sri Tengku Muhammad Taufik; Petronas Executive Vice President and Chief Executive Officer of Upstream, Mohd Jukris Abdul Wahab; TotalEnergies Chairman and Chief Executive Officer, Patrick Pouyanné; serta TotalEnergies President of Exploration & Production, Nicolas Terraz.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno menegaskan bahwa keberhasilan akuisisi tersebut merupakan hasil dari pendekatan strategis dan proaktif pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, dalam mendorong iklim investasi migas yang menarik dan kompetitif.

“Masuknya TotalEnergies ke WK Bobara menjadi tonggak penting dalam upaya pencapaian target lifting migas nasional. Ini adalah hasil nyata dari kerja keras bersama seluruh jajaran, termasuk kegiatan investor engagement yang terus dijalankan oleh SKK Migas di berbagai forum internasional. Salah satunya melalui acara Konvensi dan Pameran Indonesia Petroleum Association (IPA) ke 49 pada Mei 2025 lalu,” kata Tri, dikutip dari siaran pers, Minggu (22/6/2025).

Menurut Tri, masuknya perusahaan migas asal Prancis ini menjadi angin segar bagi industri hulu migas nasional sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia masih punya cadangan migas yang menjanjikan.

Tri mengungkapkan, masih banyak wilayah-wilayah di Indonesia yang menyimpan cadangan migas selain Wilayah Kerja (WK) Bobara, misalnya WK Gaea I dan II di Papua Barat, WK Akimeugah I dan II di Papua Selatan dan Papua Pegunungan, yang dapat digarap oleh TotalEnergies di Indonesia.

Sementara Vice President of International Assets Upstream Petronas Mohd Redhani Abdul Rahman menuturkan, saat ini pihaknya memegang 100% hak partisipasi pengelolaan Blok Bobara dengan penyerahan PI 24,5% ke TotalEnergies, berarti tersisa 75,5% milik Petronas.

“Saya pikir ini pertanda yang sangat bagus bahwa perusahaan seperti Total mempertimbangkan kembali ke Indonesia dan kami juga gembira untuk mendatangkan kolaborasi kami bersama dengan Total di Indonesia,” ujar Redhani.

Tan Sri Tengku Muhammad Taufik menambahkan, selama bertahun-tahun, Petronas dan TotalEnergies telah membuktikan bahwa kekuatan yang saling melengkapi mampu membuka peluang baru. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam komitmen bersama untuk mendukung pertumbuhan dan penciptaan nilai jangka panjang.

“Melalui kemitraan ini, kami akan mengeksplorasi dan mengembangkan potensi hidrokarbon yang unggul di blok eksplorasi frontier di Malaysia dan Indonesia. Fokus kami adalah mengoptimalkan potensi komersial dengan tetap memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Sedangkan, Chairman dan CEO TotalEnergies Patrick Pouyanne menyambut baik kerja sama antara Petronas dan Total Energies dalam mengelola blok migas di Indonesia. Hal ini selain akan mendatangkan keuntungan di masa depan juga akan meneguhkan posisi Total Energies sebagai produsen gas, baik di Malaysia maupun negara lainnya.

“TotalEnergies telah memantapkan dirinya sebagai produsen gas yang signifikan di Malaysia. Kami senang dapat memperluas kehadiran kami di negara ini, yang kami lihat sebagai platform strategis untuk produksi berbiaya rendah dan rendah karbon serta pertumbuhan arus kas kami di masa mendatang, yang didukung oleh paparan terhadap pasar LNG Asia,” ujar Patrick.

Adapun, WK Bobara dengan luas area 8.444,49 km2, memiliki potensi sumber daya minyak dan gas bumi sebesar 6,8 billion barrel oil equivalent (Bboe). Kontrak bagi hasil WK Bobara merupakan WK eksplorasi dengan jangka waktu 30 tahun yang ditandatangani pada Mei 2024, dengan komitmen pasti senilai US$16,92 juta, terdiri atas tiga studi geologi dan geofisika (G&G) dan survei seismic resolution seluas 2.000 km2, serta bonus tanda tangan sebesar US$50.000.agk,jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.