ESDM Bakal Resmikan Groundbreaking Ekosistem Baterai EV Senilai 7 Miliar Dollar AS

oleh -54 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan akan segera memulai pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi pertama di dunia. Groundbreaking proyek senilai 6 miliar dollar AS hingga 7 miliar dollar AS akan dilakukan pada Juni 2025.

“Bulan Juni besok kita akan bikin groundbreaking pertama, investasi sekitar 6 miliar dollar AS – 7 miliar dollar AS. Ekosistem baterai mobil pertama di dunia dari hulu ke hilir,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Proyek ini akan mencakup seluruh rantai pasok industri baterai EV, mulai dari pertambangan nikel, fasilitas pemurnian (smelter), teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), hingga produksi prekursor, katoda, dan baterai sel.

Bahlil menjelaskan, Indonesia berkomitmen untuk menjaga nilai tambah sumber daya alamnya tetap berada di dalam negeri.

Ia mengungkapkan, sejumlah negara Eropa sempat mengusulkan agar fasilitas produksi baterai sel dibangun dekat dengan pabrik mobil mereka. Namun, Indonesia menolak jika itu berarti mengorbankan hilirisasi di dalam negeri.

“Beberapa negara Eropa minta agar baterai selnya itu harus dibangun di dekat pabrik mobil. Ya aku bilang, silakan kalian bangun baterai sel, tetapi prokursor katoda di negara kami, tetap di kami, kami kirim ke kalian. Supaya ada win-win gitu loh,” katanya.

Menurut Bahlil, kerja sama yang adil berarti kedua belah pihak harus mendapatkan manfaat yang seimbang, bukan hanya satu pihak yang menikmati keuntungan sementara pihak lain menanggung beban.

“Supaya ada win-win gitu loh. Win-win itu fair, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Bukan 70-30. Bukan di sana enak, di sini menderita. Nggak bisa begitu,” tegasnya.jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.