Layaknya prajurit yang memiliki kesatuan khusus dengan keterampilan tempur istimewa, PT PLN (Persero) juga memiliki pasukan khusus yang dikomando untuk penugasan-penugasan berisiko tinggi. Pasukan ini dikenal sebagai pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Unit elit PLN ini merupakan orang-orang pilihan yang telah memiliki keterampilan dan kompetensi yang khusus.
Pasukan ‘Kopassus’ kelistrikan ini sudah sangat terlatih dan teruji melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik. Mereka memiliki kemampuan khusus dan berisiko tinggi untuk bekerja tanpa harus memadamkan aliran listrik. Bahkan bisa dibilang, mereka mempertaruhkan nyawa. Karena itu, keamanan menjadi moto wajib tim PDKB.
Berkat kerja keras tim PDKB ini, banyak masyarakat yang tetap dapat menikmati listrik meski terjadi gangguan. Tak hanya itu mereka berperan menyelamatkan terbuangnya energi listrik secara percuma hingga puluhan juta hingga ratusan kWh.
“Pasukan PDKB merupakan salah satu garda terdepan PLN dalam menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan listrik berkualitas dan berkelanjutan,” kata Senior Manager Distribusi PLN UID Jatim, Khairul Lingga, saat meninjau tim PDKB melaksanakan penggantian isolator di Wilayah Pengulangan Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Rabu (4/12/2024).
Dimana tim elit ini pun sukses mengganti isolator yang rusak di wilayah tersebut tanpa memutus aliran Listrik. Meski demikian ada prosedur yang disiapkan sebelum melakukan penggantian isolator. Menurut Khairul, langkah pertama dalam prosedur ini berupa pengujian tegangan menggunakan detektor khusus. Tegangan yang terdeteksi mencapai 20.000 volt. “Berkat keterampilan petugas dan peralatan khusus, penggantian isolator ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit. Jadi tim ini bekerja hanya untuk ini saja, tidak ada pekerjaan lain,” jelas Khairul.
Setidaknya langkah ini menjadi bukti kemampuan teknis PLN dalam memberikan layanan tanpa gangguan, terutama pada masa-masa krusial seperti menjelang libur panjang.
“Inspeksi rutin dilakukan setiap hari. Jika ditemukan kerusakan seperti isolator pecah atau pin longgar, laporan segera diteruskan ke tim PDKB untuk penanganan cepat,” tambah Khairul.
Apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau kelembapan tinggi, kerusakan isolator dapat meningkatkan risiko pemadaman listrik. Lantaran itu, inovasi penggantian isolator tanpa pemadaman menjadi solusi strategis PLN dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik.
“Dengan keahlian dan peralatan khusus, kami memastikan pasokan listrik tetap stabil meski dalam kondisi bertegangan tinggi. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keandalan layanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.
Tak hanya dari sisi keandalan atau ketrampilan petugas PDKB, pengembangan inovasi peralatan dalam mendukung pekerjaan PDKB juga terus dikembangkan. Dan itu ditunjukkan tim inovator PLN UID Jatim di ajang PLN LIKE 2024 di Jakarta International Expo Convention Center pada 22 – 24 Oktober lalu. Mereka memperkenalkan alat untuk PDKB, yakni All Out PDKB (Adjustable Alat Isolasi Pemeliharaan Online-Offline Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM). All Out PDKB ini merupakan sebuah peralatan bantu multifungsi yang terdiri dari dua stick isolasi utama membentuk sudut disatukan oleh clamp masing-masing sebagai tumpuan utama yang fix pada konstruksi SUTM.
Panjang kedua stick flexible dan adjustable mengikuti fungsi dalam menyelesaikan 43 macam pekerjaan pemeliharaan jaringan SUTM pada semua kondisi (online dan offline) dengan metode berjarak dan sentuh langsung.
Alat ini pun memiliki manfaat yang efektif dan efisien yakni mempermudah pekerjaan, efisiensi waktu, peralatan, dan pekerjaan PDKB. Alat ini juga dapat meningkatkan produktivitas pekerjaan PDKB sehingga meningkatkan pelayanan pelanggan (kontinuitas suplai energi listrik) dan mendukung tercapainya zero accident.
Selamatkan Rp 41 Miliar
Saat ini di wilayah Jatim pasukan khusus PLN Jatim ini terdiri 18 regu dengan jumlah total personel sebanyak 123 orang. “Sebarannya memang banyak di kawasan Metropolis, seperti Kota Surabaya,” kata Asisten Manager PDKB PLN UID Jatim Lilik Dian Rofiku.
Jika ada gangguan dalam satu titik biasanya ditangani satu tim yang terdiri dari tujuh sampai delapan orang. “Memang tidak terlalu banyak karena tugasnya dikhususkan. Cuma kalau yang titiknya berjarak bisa delapan sampai sepuluh orang,” katanya.
Dalam kegiatan penanganan gangguan jaringan Listrik ini, kata Lilik, pihaknya melakukan survei dulu. Jika gangguan terjadi di daerah-daerah yang jauh dari PDKB maka akan dimobilisasi dulu. “Jadi pekerjaan ini harus direncanakan lebih dulu tidak bisa begitu ada temuan langsung kita tangani. Ini untuk keselamatan masyarakat maupun petugas PDKB itu sendiri,” katanya.
Ia juga menyebutkan, hingga 30 November 2024 tim PDKB telah berhasil melaksanakan pekerjaan di 11.488 titik. Selama periode itu, mereka mampu menyelamatkan terbuangnya energi listrik sebesar 37,38 juta kWh atau setara dengan Rp 41 miliar.
“Tahun lalu kita berhasil menyelamatkan setara uang sekitar Rp 37 miliar. Artinya dengan kenaikan penyelamatan ini berarti kita semakin banyak titik yang kita kerjakan,” kata Lilik.

Untuk menjadi pasukan PDKB tidaklah mudah. Harus memenuhi persyaratan tertentu. Lilik menyebutkan, tingginya minimal 165 cm, sehat secara fisik maupun psikologi. Kemudian selama hampir empat bulan akan mendapat pendidikan dan latihan khusu di Semarang.
“Jadi memang tidak sembarang tim teknis masuk PDKB. Ya tim elit lha kalau di TNI,” katanya.
Demi mengutamakan keselamatan, orang-orang terpilih ini harus menaati seluruh rangkaian aturan. Mulai dari job safety analysis (JSA), standard operating procedure (SOP), dan instruksi kerja. Mereka tidak boleh melakukan manuver sedikit pun di lapangan. Karena itu, kedisiplinan menjadi hal yang harus dimiliki setiap anggota pasukan elite PLN tersebut.
“Tim ini dibekali pelatihan dan sertifikasi kompetensi khusus untuk melakukan pekerjaan berisiko tinggi,” katanya.
Secara rutin, mereka terus berlatih untuk selalu siap bekerja dengan disiplin pada SOP pekerjaan berisiko tinggi. Selain berkomitmen dengan SOP yang sangat ketat dan tanpa kompromi, tim ini harus memiliki jiwa pejuang dengan kondisi prima. Mereka wajib berkomunikasi satu sama lain.
Meski tak banyak dikenal luas oleh masyarakat, PDKB senantiasa bekerja dengan profesional. Di tangan mereka pemeliharaan tower listrik dijalankan meski dengan kondisi arus listrik yang kuat. Ini yang membuat PLN mampu menghadirkan keandalan listrik bagi pelanggan di seluruh Tanah Air. Secara nasional ada ribuan insan PLN yang tergabung dalam pasukan khusus PDKB ini. Mereka terbagi dalam kerja-kerja khusus seperti PDKB Tegangan Extra Tinggi, PDKB Tegangan Tinggi, dan PDKB Tegangan Menengah.
Bahkan setiap anggotanya memiliki beragam sertifikasi, di antaranya sertifikasi internal PLN, Sertifikasi internasional dari Omaka New Zealand dan Terex Ritz Brazil, hingga sertifikasi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM yang terkait bidang dan level kompetensinya.
Pemain Sirkus
Budi Hermansyah, Tim Leader PDKB PLN UP3 Sidoarjo mengungkapkan, tantangan berat kerap dihadapi pekerja PDKB. Ini pekerjaan dihadapi sangat berisiko dan harus siap mempertaruhkan nyawa demi memastikan listrik tetap bernyala untuk kepentingan masyarakat luas.
“Rasa takut memang tetap ada bagi setiap petugas pelaksana. Cuma dengan adanya jaminan peralatan keamanan yang kita pakai maka rasa takut sedikit hilang,” kata Budi kepada Global Energi.
Ia pun punya cerita lucu saat bertugas menangani gangguan jaringan listrik di daerah pelosok di Kecamatan Krian Sidoarjo. Saat itu ada laporan di salah titik tiang listrik, konduktornya terlepas yang kebetulan relatif dekat dengan perkampungan. “Dan saat kami melakukan perbaikan ternyata menjadi tontonan warga sekitar karena dianggap seperti pemain sirkus. Mungkin merasa aneh kita pegang tongkat mengeser-geser kok tidak kestrum ada yang naik ke atas,” tutur Bambang yang masuk tim PDKB sejak 2024.
Beda lagi cerita Eko Wijayanto, Tim PDKB PLN UP3 Surabaya Selatan. Pria yang bertugas di tim elit PLN sejak 10 tahun lalu sempat mendapat tugas yang menegangkan sekaligus berkesan. Timnya ditugaskan mengatasi gangguan listrik di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Saat itu terjadi masalah penyaluran ke rumah sakit, sehingga harus dimatikan aliran listrik dari PLN. Tanpa mematikan aliran listrik di kawasan sekitarnya.
“Praktis untuk kebutuhan listrik sementara menggunakan jenset yang dimiliki RS. Hal itu tentu tidak bisa berlangsung lama karena daya terbatas dan saat itu juga ada operasi. Akhirnya kita bekerja keras dalam kondisi ketegangan, karena kita juga memikirkan nyawa pasien juga. Akhirnya dalam satu jam bisa dituntaskan petugas PDKB,” cerita Eko.
Yang pasti baik Bambang maupun Eko sepakat pekerja PDKB ini memang bertaruh nyawa. Lantaran itu, pasukan PDKB pun harus mengedepankan konsep zero accident atau nihil kecelakaan, patuh pada SOP, mengutamakan tim kerja, dan berpegang teguh pada profesionalisme kerja.
“ Sesama tim harus saling terbuka dan kompak dalam bertugas di lapangan. Ini menjadi kunci utama, “ tutur Eko yang diamini Bambang.
Mereka dituntut tidak melakukan kesalahan dan kelalaian sedikit pun atau zero accident. Dengan kata lain, Safety, safety, safety! menjadi moto wajib tim PDKB. agung kusdyanto






