JAKARTA I GlobalEnergi.co – Pemerintah berupaya memacu produksi dan mengamankan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di dalam negeri.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan terdapat lima proyek fasilitas LPG yang diproyeksikan akan beroperasi (onstream) pada tahun 2026 – 2027.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa dua pabrik LPG ditargetkan bisa beroperasi pada akhir bulan April ini. Kedua pabrik tersebut adalah LPG Plant Cilamaya dan LPG Plant Tuban.
Djoko merinci, LPG Plant Cilamaya (PT Energi Nusantara Perkasa) memiliki forecast produksi sebanyak 163 metrik ton per hari (MT/D) dengan kondesat 1.891 Barrels of Oil Per Day (BOPD). Progres pembangunan LPG Plant Cilamaya sudah mencapai 92,9%.
Sementara itu, LPG Plant Tuban (PT Sumber Aneka Gas) memiliki forecast produksi 30 MT/D dengan kondesat 348 BOPD. Progres proyek ini sedang melakukan commissioning fasilitas.
Mudah-mudahan di bulan April ini kita akan meresmikan pabrik. Untuk yang bulan April kira-kira (dua pabrik dengan total kapasitas) sekitar 200 metrik ton bisa diresmikan,” ungkap Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR-RI, Rabu (8/4/2026).
Proyek pabrik LPG ketiga berada di Jambi Merang. Rencana produksi LPG Plant Jambi Merang mencapai 320 MT/D dengan kondesat sekitar 3.712 BOPD. Pabrik ini direncanakan akan onstream pada kuartal II-2027.
Proyek berikutnya adalah LPG Plant Senoro, dengan forecast produksi 54 MT/D dan kondensat 626 BOPD. Rencana pabrik ini akan onstream pada tahun 2027. Progres LPG Plant Senoro masih dalam proses pembangunan flare gas recovery yang akan onstream pada kuartal II-2026.
Selain itu, SKK Migas juga mencatat rencana peningkatan kapasitas LPG Plant Jawa Timur (PT ARSynergy). Perluasan pabrik ini memiliki forecast produksi sebanyak 50 MT/D dengan 580 BOPD kondensat.
Progres LPG Plant Jawa Timur masih dalam proses evaluasi skema dan proses komersialisasi, dengan rencana onstream pada tahun 2027. Menurut Djoko, Presiden Prabowo Subianto siap untuk meresmikan pabrik-pabrik LPG tersebut. “InsyaAllah Bapak Presiden juga direncanakan untuk meresmikan pabrik-pabrik LPG ini,” imbuhnya.
Selain memacu produksi dari fasilitas di dalam negeri, pemerintah juga berupaya mengamankan pasokan LPG secara impor. Djoko mengatakan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah mendapatkan komitmen dari Duta Besar Jepang untuk menambah pasokan LPG.jef





