SURABAYA I GlobalEnergi.co – Berambisi menjadi pemain utama industri hulu migas di wilayah Asia Pasifik, Searah berkomitmen investasi hingga 20 miliar dollar AS dalam lima tahun ke depan. Rencana investasi itu untuk mendukung pengembangan lebih dari 3 miliar barel setara minyak (boe) dari cadangan yang ditemukan.
Perusahaaan patungan antara Petronas dan ENI yang terbentuk 1 Juni 2026 ini juga menargetkan produksi hingga 500.000 Barrels of Oil Equivalent Per Day (BOE/D) atau Barel Setara Minyak per Hari dalam tiga tahun.
“Searah akan memulai operasinya dengan basis produksi lebih dari 300.000 barel setara minyak per hari (BOE/D) dan ditargetkan melampaui 500.000 boe/d dalam tiga tahun mendatang,” kata Senior Manager Strategic & Business Planning Manager Searah, Nabil Aswad M Hatta dalam acara media engagement di Surabaya, Selasa (3/11/2026).
Ia mengatakan, pembentukan Searah menandai babak baru kerja sama energi antara Eni dan Petronas sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan aset migas strategis di Asia Tenggara. Saat ini, Searah mengelola sebanyak 19 wilayah kerja yang terdiri 14 wilayah kerja di Indonesia dan 4 wilayah kerja di Malaysia.
“Dan fokus Portofolio kami memang pengembangan gas dan LNG,” katanya.
Searah juga meyakini ambisinya menjadi pemain utama bisa terwujud menginggat saat ini tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis di Indonesia. Seperti di Kalimantan Timur, Searah mengembangkan proyek South Hub, Gendalo, dan Gandang di Cekungan Kutai. Proyek tersebut memanfaatkan fasilitas subsea tie-back ke FPU Jangkrik yang telah beroperasi. Pengembangannya mencakup tujuh sumur dengan potensi cadangan gas sekitar 1,7 triliun kaki kubik (Tcf). Produksi ditargetkan mulai berjalan pada 2028 dengan estimasi kapasitas puncak mencapai 550 MMscfd untuk pengembangan Gendalo dan Gandang.
Searah juga mengembangkan North Hub di kawasan Selat Makassar. Proyek ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan gas sebesar 1.000 MMscfd, kondensat 80.000 barel per hari, serta kapasitas penyimpanan 1,4 juta barel. Pengembangannya mencakup 16 sumur di lapangan gas Geng North dan Gehem, dengan target mulai berproduksi pada 2028.
Di WK Ganal, Searah mencatat penemuan gas melalui sumur eksplorasi Geliga-1 pada April 2026 dengan potensi sekitar 5 Tcf. Sementara itu, proyek Abadi LNG di WK Masela memiliki nilai investasi sekitar 21 miliar dollar AS dan dirancang dengan kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun.
“Setelah groundbreaking pada Juli 2026, produksi ditargetkan mulai berjalan pada 2029-2030,” katanya.
Di Jawa Timur, melalui Searah Ketapang II Ltd. mengelola Wilayah Kerja Ketapang dan North Ketapang, dengan kegiatan yang mencakup produksi, pengembangan lapangan, serta eksplorasi.
“Kami memperkirakan potensi investasi tambahan di wilayah ini, khususnya di WK Ketapang dapat mencapai sekitar 500 juta dollar AS,” kata Nabil.
Di Wilayah Kerja (WK) Ketapang, Searah telah mengoperasikan lapangan Bukit Tua serta mengembangkan proyek Bukit Panjang. Lapangan Bukit Tua hingga Juni 2026 mencatat produksi sekitar 2.997 barel setara minyak per hari (BOEPD) dan gas sebesar 33 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).
Untuk meningkatkan produksi, Searah mulai mengembangkan sumur baru NZ3 pada September 2026. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada November 2026. Dengan tambahan pasokan dari sumur NZ3, produksi gas Searah diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 40-41 MMscfd.
Meski demikian, lanjut dia, tambahan produksi dari NZ3 diperkirakan hanya dapat bertahan sekitar dua tahun. Karena itu, Searah menyiapkan pengembangan lapangan Bukit Panjang sebagai sumber pasokan gas jangka panjang.
Proyek Bukit Panjang telah mencapai keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) pada April 2026. Seremoni pemotongan baja pertama dilaksanakan pada Juni 2026 dan kini memasuki tahap Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC). Berjarak sekitar 24,5 kilometer dari platform BTJ-B, proyek Bukit Panjang ditargetkan mulai berproduksi pada 2028.
Melalui pengembangan tersebut, Searah menargetkan pasokan gas untuk wilayah Jawa Timur dapat meningkat hingga 60 MMscfd pada 2037. Pasokan tersebut diharapkan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Selain mengembangkan lapangan yang sudah ada, Searah juga memperkuat kegiatan eksplorasi di WK North Ketapang. Salah satu perkembangan penting adalah penemuan hidrokarbon melalui pengeboran sumur eksplorasi Barokah-1 pada Februari 2026.
Sumur tersebut berada sekitar 6,9 kilometer dari lokasi pengembangan Bukit Panjang. Wilayah kerjanya mencakup kawasan lepas pantai Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah. Saat ini, hasil penemuan tersebut masih dalam tahap evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui potensi pengembangannya.agk






