Di tengah dinamisnya industri hulu minyak dan gas bumi (migas), PT Pertamina EP Poleng Field tak lupa menatap masa depan. Bukan hanya soal produksi dan target barel, namun tentang investasi sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi. Hal ini mewujud nyata dalam program edukasi tahunan bertajuk “Polajar” (Poleng Mengajar). Lebih dari sekadar program Corporate Social Responsibility (CSR), Polajar adalah jembatan pengetahuan yang mendekatkan dunia migas ke ruang-ruang kelas.
Tahun ini, langkah nyata itu hadir di dua sekolah : SMK Semen Gresik pada 7 September 2026 dan SMKN 1 Tanjungbumi Bangkalan pada 8 September 2026. Di dua sekolah inilah, denyut industri migas dibagikan secara langsung. Program yang diselaraskan dengan inisiatif “EP Bergerak” ini mengusung semangat kerelawanan (volunteerism). Pekerja Pertamina EP Poleng Field menanggalkan sejenak rutinitas operasional mereka untuk berdiri di depan kelas, bertransformasi menjadi pendidik sehari, membagikan ilmu dan kepingan pengalaman berharga kepada para siswa.
Antusiasme di Ruang Kelas
Respon yang didapat sungguh di luar ekspektasi. Tercatat lebih dari 100 pelajar larut dalam antusiasme tinggi. Ruang kelas tak lagi hanya berisi ceramah satu arah, melainkan diskusi hidup. Para siswa, yang biasanya mungkin hanya mendengar kata ‘migas’ dari berita, kini bisa menyimak langsung, bertanya, dan menggali rasa ingin tahu mereka kepada para pelakunya langsung.
Dua sosok narasumber dari Pertamina EP Poleng Field hadir membawakan materi yang komprehensif. Hardian, Officer CommRel & CID Zona 11, membuka cakrawala siswa dengan pengenalan industri hulu migas secara umum. Dari rumitnya proses eksplorasi hingga tahap produksi, hingga bagaimana sektor ini menjadi urat nadi perekonomian nasional, semuanya dipaparkan dengan bahasa yang mudah dicerna.
Tak hanya soal bisnis, aspek keselamatan yang menjadi harga mati di industri ini turut ditekankan. Tomy Setianto, Officer Safety PT Pertamina EP Poleng Field, membedah tuntas soal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Ia menanamkan pemahaman bahwa budaya keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan nilai utama yang menjadi pedoman operasional perusahaan.
Apresiasi dan Harapan Jangka Panjang
Kehadiran Polajar disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah SMK Semen Gresik, Choirul Ichsan, S.Psi., M.Pd, melihat program ini sebagai jendela berharga bagi para siswanya. “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina EP Poleng, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan siswa kami tentang dunia industri sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai peluang karier di masa depan,” ungkapnya.

Senada dengan Choirul, Kepala SMKN 1 Tanjungbumi, Muhammad Toha, menyoroti pentingnya sinergi yang berkelanjutan. Ia mengapresiasi konsistensi Pertamina yang terus menggandeng sekolahnya, membuktikan dukungan nyata perusahaan, khususnya di sektor pendidikan.
Di balik layar, Field Manager PT Pertamina EP Poleng Field, Muslim Nugraha, adalah sosok yang memberikan dukungan penuh. Baginya, Polajar lebih dari sekadar pemenuhan tanggung jawab sosial. Ini adalah soal membangun ikatan batin dengan masyarakat, terutama generasi muda pewaris masa depan.
“Polajar merupakan salah satu wujud nyata komitmen Pertamina EP Poleng Field mendukung dunia pendidikan sekaligus mendekatkan industri hulu migas kepada generasi muda,” tegas Muslim. Harapannya jelas: agar dari kegiatan edukasi ini, tumbuh benih-benih minat yang kelak akan mekar menjadi kontribusi nyata generasi muda di sektor energi nasional di masa mendatang.
Polajar bukan sekadar kegiatan mengajar satu atau dua hari. Ia adalah investasi pemahaman, menanam inspirasi, dan membuka jalan bagi para pelajar untuk berani bermimpi dan mengambil peran dalam menerangi negeri.adv





