Danantara Tanam Modal ke Proyek Ladang Minyak AS

oleh -4 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – BPI Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) melakukan investasi senilai 250 juta dollar AS atau sekitar Rp4,47 triliun di perusahaan minyak dan gas (migas) di Permian Basin (Cekungan Permian), HighPeak Energy, Inc.

HighPeak merupakan perusahaan migas yang berbasis di Texas yang bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) di Cekungan Permian.

Dengan investasi tersebut, DIM memiliki akses ke portofolio aset yang didominasi minyak mentah di Cekungan Permian. HighPeak nantinya bakal menggunakan investasi tersebut untuk memperkuat modal hingga mendukung pengembangan aset.

Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir mengungkapkan DIM mendapatkan perlindungan terhadap penurunan nilai investasi, serta nantinya bisa mendapatkan kenaikan nilai ekuitas HighPeak melalui konversi investasi menjadi saham biasa.

Selain itu, Pandu menyatakan DIM memiliki opsi untuk mengikuti penawaran saham HighPeak berikutnya melalui skema private placement. Kemudian, DIM bakal menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi perusahaan.

“Posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi yang potensial seiring dengan upaya kami membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global,” kata Pandu melalui keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Berdasarkan data Badan Informasi Energi AS (EIA), Cekungan Permian merupakan wilayah penghasil minyak mentah di AS yang menyumbang 48% dari total produksi minyak mentah AS sepanjang 2025.

EIA mencatat sejak 2007 pertumbuhan produksi di wilayah Cekungan Permian didorong penerapan teknik horizontal dan rekahan hidrolik atau hydraulic fracturing.

Berdasarkan catatan penyedia data Enverus, produksi migas di Cekungan Permian dimulai pada 1920-an dan mencapai puncaknya pada 1970-an. Memasuki 2000-an, teknologi pengeboran horizontal dan hydraulic fracturing mulai diterapkan.

Saat ini, pengembangan Cekungan Permian terutama dilakukan melalui sumur horizontal nonkonvensional yang menargetkan sejumlah formasi yang tersusun secara vertikal dari satu lokasi permukaan yang sama.

Secara umum, Cekungan Permian terbagi menjadi tiga wilayah utama yakni Delaware Basin di bagian barat, Midland Basin di bagian timur, dan Central Basin Platform yang memisahkan kedua wilayah tersebut.

Enverus mencatat Cekungan Permian bukan satu struktur yang seragam, melainkan sistem kompleks yang terdiri atas sejumlah subcekungan yang terbentuk akibat perbedaan penurunan permukaan dan aktivitas tektonik.

Terdapat sejumlah operator yang melakukan aktivitas di Cekungan Permian, antara lain; Chevron, ExxonMobil, ConocoPhillips, Diamondback, Occidental, EOG, Mewbourne Oil, Permian Resources, Devon, SM Energy, hingga Coterra Energy.jef, bt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.