JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan penandatanganan kontrak bagi hasil pengembangan migas nonkonvensional (MNK) di Blok Rokan melalui anak usahanya, PT PHE Rokan Nonkonvensional. Langkah tersebut dilakukan setelah dimulainya pengeboran Gulamo DET-1 pada 2023, yang kemudian dilanjutkan dengan Kelok DET-1 pada 2024 sebagai bagian dari upaya studi potensi migas non-konvensional di struktur North Aman.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyatakan pengembangan MNK di Blok Rokan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi semakin tuanya lapangan-lapangan konvensional.
Djoksis, sapaan akrabnya, menekankan potensi sumber daya yang besar harus dapat dimanfaatkan menjadi cadangan dan produksi melalui percepatan appraisal, penerapan teknologi yang tepat, serta dukungan keekonomian dan regulasi yang kompetitif.
“Potensinya sudah kita lihat, regulasi dan insentif juga telah disiapkan. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana seluruh tahapan dapat berjalan lebih cepat sampai menghasilkan produksi. Kalau MNK Rokan berhasil, ini akan membuka jalan bagi pengembangan potensi MNK di wilayah lain dan menjadi sumber baru untuk mendukung peningkatan produksi serta ketahanan energi nasional,” ujar Djoksis melalui keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Di sisi lain, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan perseroan tak hanya bakal menggarap sumur MNK, melainkan ekosistemnya yang meliputi; kemampuan subsurface, drilling dan completion, stimulasi, teknologi, supply chain, serta sumber daya manusia.
“Jika ekosistem ini berhasil kita bangun dan keekonomiannya semakin kompetitif, model yang dikembangkan di Rokan dapat direplikasi ke potensi MNK lainnya. Inilah langkah awal menuju pengembangan MNK Indonesia dalam skala yang lebih besar,” ungkap Oki dalam keterangan yang sama.
Adapun, PHR menggandeng perusahaan asal Amerika Serikat (AS) EOG Resources untuk melakukan studi evaluasi potensi shale oil di Sumur Gulamo dan Sumur Kelok.
Perseroan memperkirakan struktur tersebut memiliki sumber daya terambil atau recoverable resources mencapai 724 juta barel setara minyak (MMBOE). Dengan begitu, North Aman menjadi fondasi awal pengembangan MNK yang lebih luas di Wilayah Kerja Rokan, dengan peluang pengembangan pada struktur lain seperti South Aman, Rangau, dan Balam.agk







