Elnusa Tuntaskan Marine Support Seismik di Laut Selatan Jawa

oleh -4 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Elnusa Tbk melalui anak usahanya, PT Elnusa Trans Samudera (ETSA) menuntaskan dukungan marine support dalam pelaksanaan Survei Seismik Offshore 2D Southeast Java milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Elnusa Group dalam mendukung kegiatan eksplorasi menuju wilayah offshore dan new frontier guna membuka potensi sumber daya energi baru.

“Survei Seismik Offshore 2D Southeast Java merupakan bagian dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM) di wilayah terbuka Laut Selatan Jawa,” kata Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, Rustam Aji dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Secara keseluruhan, PHE melaksanakan akuisisi data seismik sepanjang 6.000 km di Samudera Hindia mencakup area laut lepas di enam kabupaten Jawa Timur, yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Lumajang.

Dalam mendukung pelaksanaan proyek strategis tersebut, lanjut Rustam, Elnusa melalui ETSA mengambil peran pada lingkup marine support dengan mengandalkan kesiapan operasional, kompetensi personel, serta pengalaman dalam mendukung kegiatan offshore di wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi.

“Eksplorasi menjadi salah satu fondasi penting untuk membuka potensi sumber daya energi baru. Bagi Elnusa, meningkatnya aktivitas eksplorasi, termasuk menuju wilayah offshore dan new frontier,” katanya.
Selain itu, katanya, membuka peluang untuk mengoptimalkan kapabilitas yang telah kami bangun.

“Fokus kami adalah memastikan peluang tersebut dapat dijawab melalui layanan yang aman, andal, efisien, dan semakin terintegrasi sehingga memberikan value bagi pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis Elnusa secara berkelanjutan,” ujar Rustam.

Pelaksanaan survei di Laut Selatan Jawa berlangsung dalam dua fase sebagai respons terhadap tantangan alam berupa gelombang tinggi dan arus bawah laut yang kuat di Samudera Hindia. Fase pertama dimulai pada Oktober 2025 dan dihentikan sementara pada Desember 2025 dengan mengedepankan pertimbangan keselamatan kerja. Setelah kondisi cuaca memungkinkan, kegiatan dilanjutkan pada Juli 2026 hingga diselesaikan pada 26 Agustus 2026. Dalam mendukung rangkaian kegiatan tersebut, ETSA menjalankan lingkup marine support selama 120 hari dengan capaian Zero Lost Time Injury (LTI), mencerminkan konsistensi penerapan HSSE dan operational excellence dalam mendukung operasi di lingkungan laut terbuka yang kompleks.

Survei ini menjadi salah satu milestone dalam program New Venture PHE di wilayah Laut Selatan Jawa. Meski berada pada kawasan fore-arc basin yang selama ini dinilai memiliki tantangan eksplorasi tersendiri, area Trenggalek–Pacitan dinilai memiliki potensi akumulasi hidrokarbon yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Dalam pelaksanaannya, survei menerapkan teknologi akuisisi 2D Marine Streamer Broadband untuk menghasilkan pencitraan geometri bawah permukaan yang lebih akurat, khususnya pada target eksplorasi kedalaman tinggi (deep target). Hasil akuisisi tersebut diharapkan dapat mendukung evaluasi potensi hidrokarbon sekaligus membuka peluang wilayah kerja atau blok eksplorasi migas baru guna mendukung ketahanan energi nasional.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.