PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD Sepanjang 2025

oleh -2 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melaporkan bahwa sepanjang 2025 telah mencapai total produksi minyak dan gas (migas) gabungan dari blok domestik maupun internasional mencapai 1.032.000 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD).

“Secara ekuivalen, di tahun 2025 produksi baik yang domestik maupun yang internasional adalah mencapai 1.332.000 barrel oil equivalent per day,” ungkap Direktur Utama PHE Awang Lazuardi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (25/5/2026).

Secara rinci, PHE membukukan produksi minyak 556 ribu barel per hari, terdiri dari 396 ribu barel domestik dan 160 ribu barel internasional.

Sementara itu, produksi gas tercatat 2.757 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), terdiri dari 2.451 MMSCFD domestik dan 306 MMSCFD internasional. Artinya ekuivalen, total produksi PHE sepanjang 2025 mencapai 1,032 juta BOEPD.

“Kita berkontribusi sebesar 65% dari total lifting minyak domestik. Sedangkan untuk gas kita berkontribusi sebesar 35% lifting gas domestik,” ungkap dia.

Adapun, terkait target produksi migas perseoran tahun 2026 sebesar 1,03 juta BOEPD. Berdasarkan data terbaru, hingga April 2026, PHE telah mencatatkan produksi migas mencapai 945.000 BOEPD.

Awang memaparkan, secara terperinci, produksi minyak domestik perusahaan hingga April 2026 mencapai 367.000 barrel oil per day (BOPD), sedangkan kontribusi internasional sebesar 109.000 BOPD.

“Dengan demikian, untuk total produksi minyak PHE tercatat 475.000 BOPD,” kata Awang.

Sementara itu, produksi gas pada rentang waktu yang sama tercatat sebesar 2.722 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Jumlah tersebut terdiri atas kontribusi domestik sebesar 2.385 MMSCFD dan internasional 337.000 MMSCFD.

Jika ditotal, realisasi produksi migas PHE per April 2026 mencapai 945.000 BOEPD. Angka tersebut masih berada di bawah target perseroan tahun ini.

Di sisi lain, Awang menyadari bahwa operasional industri hulu migas selalu dibayangi oleh penurunan laju produksi secara alamiah atau natural decline.

“Perlu kami pahami bahwa untuk bisnis migas kita harus melawan atau tantangan natural decline di mana rata-rata natural decline kami untuk minyak adalah 24% sedangkan gas 21%,” papar Awang.

Untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut, perseroan menjalankan strategi lewat kegiatan pemboran dan perawatan sumur eksisting. Menurutnya, strategi ini terbukti ampuh mempertahankan keandalan fasilitas operasi dan menjaga tingkat produksi tetap optimal sepanjang tahun lalu.

“Untuk menahan decline tersebut tentunya kita banyak melakukan beberapa pekerjaan di antaranya, melakukan pemboran pengembangan atau eksploitasi hampir 900 sumur dengan workover hampir 1.300 aktivitas dengan well intervention sebesar lebih dari 37.000,” tandasnya.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.