Amankan Pasokan Listrik Ramadan, PLN UIT JBM Kerahkan 1.390 Personel

oleh -11 views

SURABAYA I GlobalEnergi.co – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah pada tahun 2026, Direktorat Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) menetapkan masa siaga pengamanan pasokan listrik selama 20 hari, terhitung mulai 12 Maret 2026 hingga 31 Maret 2026. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, saat kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat.

Sebagai bagian dari kesiapan operasional, PLN UIT JBM menyiagakan sebanyak 1.390 personel yang tersebar di seluruh wilayah kerja. Seluruh personel tersebut akan bersiaga selama 24 jam penuh setiap harinya selama masa siaga berlangsung.

“Para petugas juga telah dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dalam penanganan berbagai potensi gangguan pada sistem transmisi,” kata General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, saat melakukan acara Visit Keandalan Transmisi UIT JBM, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman tanpa gangguan listrik.

“Melalui kesiapan personel, peralatan, serta dukungan material cadangan, PLN UIT JBM berkomitmen menjaga keandalan sistem transmisi selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan hari kemenangan dengan tenang tanpa khawatir terhadap pasokan listrik,” ujar Ika.

Selain kesiapan personel, PLN UIT JBM juga menyiapkan sebanyak 16 posko siaga yang terdiri dari 15 posko di unit layanan serta 1 posko di tingkat unit induk. Posko-posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi pemantauan sistem kelistrikan sekaligus titik respons cepat apabila terjadi potensi gangguan pada jaringan transmisi.

Kesiapan tersebut turut didukung dengan berbagai peralatan penunjang untuk menghadapi kondisi darurat. Di antaranya 12 unit crane, 10 unit manlift, 1 peralatan online washer, 7 unit Emergency Restoration System (ERS), 5 unit trafo mobile, serta 7 unit DC mobile dan berbagai perlengkapan teknis lainnya. Seluruh peralatan tersebut dipastikan dalam kondisi siap operasi guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan pada jaringan transmisi.

Di sisi lain, PLN UIT JBM melalui bidang logistik juga telah menyiapkan berbagai material spare sebagai langkah antisipatif dalam kondisi darurat. Penempatan material tersebut telah mempertimbangkan faktor aksesibilitas dan jarak tempuh yang strategis sehingga dapat segera digunakan apabila terjadi kegagalan pada peralatan di lapangan.

Kesiapan SPKLU
Di sisi lain, guna memastikan kenyamanan pemudik kendaraan listrik arus mudik Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, jajaran PLN melakukan peninjauan langsung ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Peninjauan dilakukan langsung oleh Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto ke sejumlah titik SPKLU di wilayah Jawa Timur pada Kamis (12/3/2026).

Pengecekan dimulai dari SPKLU Center Surabaya yang berada di halaman kantor PLN UP3 Surabaya Selatan dilanjutkan ke beberapa titik SPKLU yang kerap dilalui pemudik di wilayah Jawa Timur, antara lain SPKLU Rest Area KM 792A Pasuruan, SPKLU PLN UP3 Situbondo, serta SPKLU Rest Area Grand Watu Dodol Banyuwangi yang menjadi salah satu gerbang utama menuju penyeberangan ke Bali.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto mengatakan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pengisian kendaraan listrik di jalur utama mudik beroperasi optimal dan siap melayani pengguna kendaraan listrik yang diprediksi meningkat pada periode libur Lebaran.

“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa seluruh SPKLU di koridor Surabaya hingga Bali beroperasi dengan baik dan siap melayani pengguna kendaraan listrik. Tren penggunaan kendaraan listrik terus meningkat, termasuk untuk perjalanan jarak jauh saat musim mudik Lebaran,” ujar Adi.

Secara nasional, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit pengisi daya kendaraan listrik yang tersebar di 3.078 lokasi di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut mencakup berbagai tipe pengisian mulai dari Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging hingga Standard Charging yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna kendaraan listrik.

Untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026, PLN juga menyiapkan 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 lokasi jalur mudik di wilayah Sumatera, Jawa hingga Bali. Seluruh fasilitas tersebut didukung oleh lebih dari 5.000 petugas siaga yang berjaga selama 24 jam dalam tiga shift guna memastikan layanan pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik tetap berjalan optimal.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir memaparkan di Jawa Timur, PLN menyiapkan 297 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 158 lokasi tersebar berbagai wilayah Jawa Timur. Infrastruktur ini disiapkan untuk mendukung perjalanan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik agar tetap aman dan nyaman selama perjalanan.

“Dengan menggunakan kendaraan listrik secara langsung dalam perjalanan ini, kami ingin memastikan bahwa infrastruktur SPKLU di jalur Surabaya hingga Banyuwangi benar-benar siap melayani para pemudik. PLN UID Jawa Timur berkomitmen menghadirkan layanan pengisian kendaraan listrik yang andal, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” Ahmad.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.