Mulai Konstruksi, PLTS Terapung Karangkates Ditarget Operasi 2027

oleh -12 views
PLN Nusantara Power akan membangun PLTS Terapung Karangkates dengan kapasitas 100 MWac atau 133 MWp melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). . Proyek ini direncanakan akan selesai pada Januari 2027.

SURABAYA I GlobalEnergi.co – Setelah sempat tertunda, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Karangkates di Kabupaten Malang telah memasuki tahap konstruksi. Pembangkit EBT yang dikembangkan PLN Nusantara Power lewat anak usahanya, PLN Nusantara Renewables ini ditargetkan mulai operasi tahun Januari 2027.

Proyek Staregis Nasional (PSN) yang dirancang berkapasitas 100 MWac atau setara 133 MWp ini digadang-gadang mampu memasok listrik hijau untuk sekitar100 ribu rumah tangga sekaligus menekan emisi karbon nasional.

“Proyek ini dikembangkan melalui entitas PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI) dengan memanfaatkan sebagian area Waduk Karangkates sebagai lokasi instalasi panel surya terapung,” kata Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah dalam keterangan pers, Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan, proyek ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam memperkuat pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

“PLTS Terapung Karangkates menjadi langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan nasional. Proyek ini bukan hanya pembangunan pembangkit, tetapi juga upaya optimalisasi aset negara dan kolaborasi untuk menghadirkan masa depan energi yang lebih hijau,” ujar Ruly.

Proyek tersebut telah melalui sejumlah tahapan penting sejak tahap perencanaan dan studi kelayakan yang dilakukan pada periode 2021 hingga 2022. Tonggak terbaru ditandai dengan pelaksanaan soft launching pada 10 Februari 2026 yang sekaligus menandai dimulainya fase konstruksi.

Sejumlah dokumen perizinan utama seperti KKPR untuk pembangkit, AMDAL, serta KKPR solar farm telah diselesaikan. Sementara beberapa izin lanjutan seperti PPKH, IPSDA, serta sebagian dokumen penggunaan ruang air masih dalam proses dengan target penyelesaian pada Maret 2026.

Dari sisi teknis, proses persetujuan desain proyek masih berlangsung. Pada tahap pengadaan material, komponen floater untuk kapasitas awal 5 MW telah tiba di lokasi proyek. Sementara fabrikasi modul panel surya, inverter, serta komponen floater lainnya terus berjalan.

Tekan Emisi 181.700 ton CO2
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko menambahkan, proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurut dia, pembangkit listrik tenaga surya terapung ini diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 setiap tahun. Selain itu, proyek ini juga berpotensi membuka sekitar 600 lapangan kerja selama proses pembangunan dan operasional.

“Selain memasok listrik bersih, proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang investasi, serta meningkatkan potensi wisata di kawasan Kabupaten Malang,” kata Ndaru.

Area waduk yang dimanfaatkan untuk pembangunan PLTS terapung tersebut mencapai sekitar 71 hektare atau sekitar 5,3 persen dari total luas Waduk Karangkates.

Melalui proyek ini, PLN Nusantara Power menargetkan pengembangan energi surya berbasis waduk dapat menjadi model pengembangan energi bersih di berbagai daerah lain di Indonesia, sekaligus mempercepat peningkatan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.