PLN Gandeng Konsorsium Indokorea Gas Garap Infrastruktur LNG di Nusa Tenggara

oleh -9 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) selaku subholding PT PLN (Persero) menggandeng Indokorea Gas Consortium dalam merealisasikan gasifikasi pembangkit untuk klaster Nusa Tenggara melalui pengembangan infrastruktur midstream liquefied natural gas (LNG), khususnya di wilayah Nusa Tenggara.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan joint development agreement (JDA) yang dilakukan oleh kedua pihak, yaitu PLN EPI dan Indokorea Gas Consortium di Jakarta, Jumat, (22/3/2024).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, perseroan telah memulai proyek gasifikasi di klaster Nusa Tenggara sebagai bagian dari upaya transisi energi yang di canangkan pada strategi Accelerated Renewable Energy Development (ARED), di mana 25% pasokan listrik akan bersumber dari pembangkit gas.

“Gasifikasi yang dilakukan oleh PLN di wilayah Nusa Tenggara ini merupakan implementasi dari Accelerated Renewable Energy Development yang bertujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat setempat,” kata Darmawan lewat siaran pers, Kamis (28/3/2024).

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Adi Lumakso mengatakan, kemitraan ini menjadi langkah signifikan dalam memajukan infrastruktur midstream LNG di Nusa Tenggara Barat dan Timur.

“Proyek ini sangat penting untuk mendorong transisi energi di PLN yang sekaligus merupakan upaya efisiensi melalui konversi bahan bakar diesel ke gas” kata Adi.

Adi berharap, dengan terjalinnya kerja sama ini dapat mendorong penyelesaian pembangunan infrastruktur midstream LNG dengan tepat waktu sehingga realisasi pengurangan emisi dan efisiensi dapat segera terwujud.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur midstream LNG di wilayah Nusa Tenggara akan melibatkan enam lokasi di pulau Lombok, Sumbawa, Flores, dan Timor dengan total kapasitas 377 MW pada tahap pertama.

“Pengembangan infrastruktur midstream LNG menjadi langkah penting. Hal ini akan memainkan peran kunci dalam transisi energi menuju pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan dukungan terhadap energi terbarukan,” kata Iwan.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur midstream LNG di wilayah Timur Indonesia, termasuk Nusa Tenggara, akan membantu mengurangi ketergantungan pada BBM dan mendukung pengembangan energi terbarukan melalui fasilitas midstream LNG yang dikelola oleh PLN EPI bersama mitra.

Direktur PT Prima Osean Nusantara Pieters Adyana Utomo mengapresiasi atas terwujudnya kerja sama ini, di mana pemanfaatan gas memiliki peranan penting dalam transisi energi.

“Kerja sama ini tentunya menyoroti pentingnya peran gas dalam transisi energi, terutama mengingat Indonesia memiliki cadangan gas yang melimpah,” kata Pieters.

Executive Vice President Energy Business Division Kogas Tech Min Ho Song menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada konsorsium Indokorea Gas.

“Kogas tech memiliki pengalaman dan teknologi dalam pengembangan fasilitas terminal dan regasifikasi LNG terutama di Korea Selatan,” kata Song. agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.