JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Nusantara Regas mencatatkan kinerja operasional yang positif hingga kuartal III/2026, dengan menyalurkan 96,55 juta MMBtu gas bumi dari total gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang diterima sebanyak 96,70 juta MMBtu atau setara dengan 33 kargo.
Capaian itu mencerminkan konsistensi perusahaan afiliasi PT Pertamina (Persero) yang didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) tersebut dalam menjaga keandalan operasional sekaligus mendukung ketahanan energi nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik dan industri konsumen PGN di wilayah Jakarta dan Jawa bagian barat.
Direktur Utama PT Nusantara Regas, Mohd. Iskandar Mirza menyebutkan, kinerja positif tersebut merupakan hasil optimalisasi operasional dan komitmen perusahaan dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi pelanggan.
“Kinerja positif hingga triwulan III/2026 menjadi motivasi bagi NR [Nusantara Regas] untuk terus menjaga keandalan operasional hingga akhir tahun. Seiring dengan kebutuhan gas bumi yang terus berkembang, kami berkomitmen memastikan kesiapan fasilitas dan kelancaran penyaluran energi guna mendukung ketahanan energi nasional,” kata Mirza dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, keandalan operasional Nusantara Regas tecermin dari capaian tingkat kesiapan fasilitas (Plant Availability Factor/PAF) sebesar 96%. Angka tersebut menunjukkan tingginya tingkat kesiapan fasilitas FSRU Nusantara Regas Satu dalam mendukung proses regasifikasi dan penyaluran gas bumi kepada pelanggan.
Sebagai gambaran, operasional Nusantara Regas bergantung pada kemampuan menerima LNG, memprosesnya menjadi gas bumi, dan menyalurkannya kepada pelanggan. Saat ini, perusahaan mengoperasikan fasilitas Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta serta fasilitas penerimaan gas di Muara Karang, Jakarta.
Fasilitas tersebut memiliki peran dalam memasok energi bagi pembangkit listrik yang melayani kebutuhan Jakarta dan Jawa bagian barat. Itu sebabnya, keandalan operasional perusahaan berkaitan langsung dengan kelancaran penyaluran gas kepada konsumen strategis.
Keselamatan Operasional Nusantara Regas Selain menjaga kesiapan fasilitas, Nusantara Regas menempatkan keselamatan kerja sebagai bagian dari upaya mempertahankan keberlangsungan operasi. Sepanjang Januari hingga September 2026, perusahaan membukukan 1.019.352 jam kerja aman. Secara kumulatif, realisasi jam kerja aman mencapai 15.846.059 jam sejak 2011 hingga September 2026.
Capaian tersebut menjadi indikator konsistensi penerapan keselamatan kerja dalam aktivitas operasional perusahaan. Mirza mengatakan, pencapaian tersebut ditopang kontribusi seluruh pekerja yang menjaga fasilitas tetap beroperasi dengan mengutamakan keselamatan.
“Di balik capaian operasional ini, terdapat peran penting seluruh Perwira NR yang senantiasa bekerja dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan. Komitmen mereka menjadi kekuatan utama perusahaan dalam memastikan pasokan gas bumi tetap terjaga untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat,” tutur Mirza. agk





