Harga BBM Mei 2024 Tak Naik, Ini Alasan Pertamina

oleh -23 views
oleh


JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk Mei 2024. Meski terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan konflik di Timur Tengah, harga BBM untuk Mei tidak mengalami kenaikan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, keputusan ini mengacu pada beberapa aspek, antara lain Keputusan menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga JBU atau BBM nonsubsidi.

Alasan harga BBM Pertmina tetap pada Mei 2024 Dalam aturan tersebut, Irto menjelaskan, formulasi harga BBM di antaranya dipengaruhi oleh nilai tukar dollar AS dan MOPS.

“Penyesuaian harga BBM non subsidi memang mengacu pada regulasi. Namun, pada kondisi saat ini kami mendukung upaya Pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian,” terang Irto dalam keterangan tertulis , Rabu (1/5/2024).

Berikut rincian daftar harga BBM Pertamina Mei 2024:

  • Pertamax Rp 12.950/liter
  • Pertamax Green 95 Rp 13.900/liter
  • Pertamax Turbo Rp 14.400/liter
  • Dexlite Rp 14.550/liter
  • Pertamina Dex Rp 15.100/liter.

Harga tersebut berlaku untuk wilayah Jawa dan wilayah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5.

Harga BBM tidak naik hingga Juni 2024
Sebelum Pertamina mengumumkan harga BBM yang berlaku untuk Mei 2024, pemerintah terlebih dahulu memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi hingga Juni 2024.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/02/2024).

“Tadi diputuskan dalam sidang kabinet paripurna, tidak ada kenaikan listrik , tidak ada kenaikan BBM sampai dengan juni, baik itu subsidi dan non subsidi,” ujar Airlangga dikutip dari Kompas.com (1/3/2024).

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah perlu memberikan anggaran tambahan kepada Pertamina karena harga BBM tidak mengalami kenaikan.

Anggaran tambahan berasal dari Sisa Lebih Anggaran (SAL) dan juga pelebaran defisit APBN 2024.

“Itu akan membutuhkan additional anggaran untuk Pertamina maupun PLN. Itu akan diambil dari sisa SAL atau pelebaran defisit anggaran di 2024,” ungkap dia.

Menurut dia, tambahan anggaran untuk Pertamina akan memengaruhi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

Defisit APBN dapat melebar sebesar 2,3-2,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini melampaui kesepakatan awal defisit APBN 2024 sebesar 2,29 persen dari PDB.

“Jadi itu 2,3-2,8 persen. Tahun depan pun dalam kerangka yang sama 2,4-2,8 persen, jadi realistis,” tuturnya.jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.