Penyelesaian Proyek JTB Masih Hadapi Kendala

oleh -42 views

BOJONEGORO I GlobalEnergi.co – Ancaman keterlambatan menghantui penyelesaian Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro Jawa Timur. Ada sejumlah kendala yang dihadapi kontraktor dalam pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Pengerjaan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind), sekarang ini sudah mencapai 94 persen secara Engineering, Procurement, Construction dan Commissioning (EPCC).

“Bicara konstruksi kita sendiri sudah 91 persen sampai dengan akhir september ,” ungkap Site Manager PT Rekind M. Zaenal Arifin, Minggu (10/10/2021).

Masa pandemi tampaknya berpengaruh dan masih menjadi kendala bagi perjalanan proyek. “Nanti kami tetap berusaha maksimal dulu. pengaruhnya besar masa pandemi ini. terkait dengan performance tenaga kerja karena terbatas,” ujarnya.

Menurut Zaenal, pekerja harus melakukan screening, harus melakikan vaksin, harus melakukan antigen setiap dua minggu sekali. “Sehingga mereka harus aktif dulu mengikuti kegiatan antigen untuk memastikan dia tidak terkena covid,” kata Zaenal.

Kendala paling berat yang dihadapi kontraktor untuk mencapai target, menurut dia, adanya Equipment (peralatan) yang pengirimannya mengalami keterlambatan karena Covid. “Sehingga pabrikasi di luar negeri sempat lokdown terlambat, Sehingga mundur pengirimannya. Pelaksanaannya juga mundur,” kata dia.

Selain itu, perubahan pengiriman alat tersebut juga harus mengalami perubahan untuk mempercepat ada sampai ke lokasi. “Dari sebelumnya menggunkan kapal, harus dengan pesawat. Itu kan ongkosnya lebih tinggi lagi,” terangnya.

Untuk mengejar target penyelesaian, dia menyampaikan harus melakukan double shif. Atau dilaksanakan selama 24 jam untuk pekrjaan ini. “Jadwal sudah kami sesuaikan, dari jam 7 sampai jam 8 malam, dari 8 malam sampai jam 7 pagi. Aalagi sudah mulai musim hujan lagi. Jadi harus kami siasati,” tandasnya.

Sementara itu, General Manager Gas Project JTB Charles Tobing, menyampaikan, untuk perkembangan Project JTB saat ini, progresnya telah mencapai lebih dari 90 persen.

“Kami bersama kontraktor Rekind, berupaya terus melakukan untuk menyelesaikan project ini, dengan waktu yang ditentukan,” ungkapnya.

Memang, lanjut dia, sama-sama kita pahami pandemi covid sudah mulai terkendali. “Tapi kami terus senantiasa waspada dengan covid ini,” ujar dia.

Untuk diketahui, pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB) merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Perpres Nomor 109 tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang diharapkan akan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia dengan perkiraan rampung sesuai jadwal pada Q4 2021.sam

Tentang Penulis: Agung Kusdyanto

Gambar Gravatar
Menulis berita energi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *