Menyambut Rokan ke Pangkuan Ibu Pertiwi (Edisi 116 Juli 2021)

oleh -89 views


Kontrak minyak dan gas bumi (migas) bagi hasil produksi (Production Sharing Contract/ PSC) PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) di Blok Rokan, Riau akan segera habis 8 Agustus 2021. Mulai 9 Agustus 2021. Selanjutnya , pengelolaan blok ini akan diambil alih oleh PT Pertamina (Persero) melalui unit usaha PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Menjelang transisi ini, bagaimana persiapan Pertamina?


Sudah pasti Pertamina mempersiapkan semuanya itu. Persoalan penurunan produksi misalnya yang dikhawatirkan sejumlah pihak. Juga demikian dengan sejuimlah sektor lainnya yang terkait dengan pengambilalihan tersebut. Memang Pertamina sendiri menargetkan produksi minyak di Blok Rokan tahun ini minimal bisa dipertahankan di level yang sama dengan yang dijalankan Chevron saat ini yakni 165.000 barel per hari (bph). Target produksi ini harus menjadi kenyataan. Syukur-syukur bisa lebih ditingkatkan.


Seperti diketahui Blok Rokan merupakan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang merupakan salah satu lapangan terbesar di Indonesia dengan kontribusi mencapai 25% produksi minyak bumi dari total produksi nasional. Saat ini jumlah produksi minyak dari Blok ini sekitar 165 – 170 MBOPD.


Sudah barang tentu, untuk menjaga produksi bahkan untuk meningkatkan produksi, di sini diperlukan investasi. Proyek pemboran juga harus dipastikan akan tetap berlanjut untuk menemukan titik-titik baru sumber minyak.
Alih kelola ke Pertamina sebagai perusahaan nasional akan memberi manfaat yang lebih luas lagi bagi negara baik dari sisi pengelolaan maupun penerimaan negara dan memperkuat posisi Pertamina sebagai salah satu lokomotif pembangunan dan perekonomian nasional. Alih kelola ini juga mempunyai arti strategis, dimana Pertamina juga mempunyai amanah mengejar target produksi minyak 1 juta barel pada tahun 2030. Sehingga dibutuhkan komitmen dan dedikasi dari seluruh elemen pekerja khususnya Subholding Upstream.

Seperti diketahui Blok Rokan merupakan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang merupakan salah satu lapangan terbesar di Indonesia dengan kontribusi mencapai 25% produksi minyak bumi dari total produksi nasional. Saat ini jumlah produksi minyak dari Blok ini sekitar 165 – 170 MBOPD.(*)

natarianto

Tentang Penulis: Agung Kusdyanto

Gambar Gravatar
Menulis berita energi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *